Festival Baitul Amin 2010, Festival Untuk Bersilaturahhim
March 22, 2010 at 8:43 am Leave a comment
Dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi, Surau Baitul Amin menggelar Festival Baitul Amin 2010 pada Ahad, tanggal 13 Maret yang lalu. Kompetisi Freestyle Marawis, Khitanan Massal sampai bazaar dan pasar rakyat adalah sejumlah kegiatan pada hari itu.
Pukul 7.00 pagi, MC acara Abang Reza Hoesin dan Kak Leoni mempersilahkan Abang Fajrul Hidayat atau Bang Ajul panggilan akrabnya, selaku Ketua Panitia acara untuk naik ke panggung dan memberikan beberapa patah kata sambutan. “Festival ini digelar sebagai bentuk silaturahhim antar sesama”, ujar Bang Ajul dalam sambutannya yang kemudian disusul dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan penampilan dari grup marawis Al Hidayah, grup marawis cilik yang beranggotakan anak-anak berumur 6 sampai 10 tahun.
Seiring dengan penampilan pembuka, peserta bazar dan pasar rakyat telah berdatangan untuk mulai menata barang dagangan mereka. Tak kurang dari 53 stand bazar dan 20 pasar rakyat menyuguhkan berbagai macam dagangan. Aneka jajanan pasar, makanan tradisional, minuman dingin, mainan anak, pakaian sampai produk asuransi dan program kredit kendaraan bermotor terlihat memadati sebidang area bertenda di Lapangan Al Ghazeil, Surau Baitul Amin. Sponsor utama Festival Baitul Amin, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Pertamina Region III, juga tidak ketinggalan. PKBL Pertamina menawarkan beragam perlengkapan sholat, bahan pakaian siap jahit hingga cemilan ringan seperti kerupuk.
Suasana pagi itu semakin meriah ketika tiga personil dari Debu hadir di lokasi untuk melakukan soundcheck. Pengunjung yang sudah datang dan personil dari Al Hidayah tidak ketinggalan memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto bersama. Satu lagu dibawakan secara penuh oleh personil Debu pada saat soundcheck. “You have a very good soundman!” puji Mustafa, sang vokalis, yang ditujukan untuk soundman Surau Baitul Amin, Abang Boy Nuskan setelah selesai melakukan soundcheck.
Sekitar pukul 8.00 pagi, selain Debu yang sedang melakukan sound check, di sisi lain Surau Baitul Amin sedang berlangsung acara khitanan massal bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Surau. Target peserta dari acara khitan massal ini adalah anak-anak yatim piatu atau anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, oleh sebab itu khitanan massal ini tidak dipungut biaya sama sekali. Khitanan massal dikelola oleh Baitul Amin Medical Center, atau BAMC, sebuah unit medis yang bernaung dibawah Surau Baitul Amin. Tim dokter beranggotakan 16 orang, dibantu juga oleh para perawat, mulai mengkhitan 41 peserta yang mulai berdatangan sejak pukul 7.30 pagi. Sesuai tujuan dari Festival Baitul Amin, yaitu saling bersilaturahhim dengan sesama, tim dokter lulusan Universitas Islam Sultan Agung yang sudah lama tidak bertemu pun bersilaturahhim pada acara khitanan massal ini.
Ba’da sholat dzuhur, Kompetisi Freestyle Marawis segera dimulai. Tya Subiakto, konduktor handal, Iwan Wiradz, perkusionis senior, dan Tony Muharom, pelatih vokal pada acara pencari bakat Indonesian Idol bertindak sebagai juri. Para grup marawis peserta Kompetisi terlihat sangat kreatif dalam mengartikan maksud kata freestyle. Alat-alat musik marawis tradisional seperti gendang, dumbuk, marawis dipadukan dengan alat musik yang umum seperti drum, gitar listrik bahkan ada yang menggunakan deretan botol bekas, sapu lidi dan gentong. Hasil dari perpaduan unik ini adalah pertunjukan musik marawis yang dinamis, atraktif dan tidak membosankan. Kompetisi Freestyle Marawis semakin seru karena para pendukung dari kontestan ikut berjoget ketika grup yang didukungnya tampil. Mereka berjoget ramai-ramai di depan panggung, berjalan mengitari lapangan dengan membawa spanduk, bahkan ada berjoget ala Michael Jackson. “Kompetisi ini seru! Tahun depan bikin lagi dong kompetisi serupa” komentar salah seorang peserta penuh antusias ketika turun panggung. Untuk Kompetisi Freestyle Marawis, keluar sebagai Juara 1 adalah Al Fatimmiyah, sedangkan LB Production dan El Ikhwan masing-masing pulang membawa piala Juara 2 dan 3. Posisi Juara Favorit diraih oleh [ ]
Semakin malam, acara semakin meriah. Usai pembacaan pemenang, Dienul Amin Percussion dan Anshorman Marawisters naik ke panggung untuk mempertunjukkan penampilan terbaiknya sebagai band pembuka Debu, bintang tamu pada Festival Baitul Amin. Penonton yang sebagian besar adalah fans setia Debu, memadati areal di sekitar panggung, mencari posisi paling strategis untuk menonton penampilan band idolanya. Dinginnya malam dan kelelahan setelah beraktivitas sepanjang hari seperti tidak dihiraukan oleh mereka. Tidak mengecewakan penggemarnya, Debu tampil menakjubkan malam itu. Berbagai alat musik dari belahan dunia yang mereka pakai di panggung kembali menegaskan jati diri mereka sebagai band dengan world music. Selain kualitas vokal yang tetap prima disepanjang 13 lagu yang ia bawakan, Mustofa sang vokalis juga luwes dalam berkomunikasi dengan penonton. Diantara jeda lagu, ia selalu menyempatkan bercerita mengenai latar belakang atau filosofi dari lagu yang akan dibawakan selanjutnya. Menginjak pukul 23.00, Debu menutup penampilannya dengan lagu [ ]. Pengunjung yang tampak puas dengan penampilan dari Debu, satu per satu mulai beranjak meninggalkan Surau Baitul Amin.
Diawali dengan do’a, dan ditutup juga dengan do’a. Malam hari itu Do’a penutupan acara dipimpin oleh Kyai Imron dari Surau Baitul Amin. Pembacaan do’a tadi menandakan selesainya seluruh rangkaian acara Festival Baitul Amin tahun 2010. Semoga ada jalinan tali silaturahhim baru terbentuk dari Festival ini dan terus terjaga kedepannya.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: baitul amin, kegiatan.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed