Posts tagged ‘fordiba’
Membersihkan Diri Dari Penyakit Ruhani, Menuju Pribadi Akhlakul Kharimah
Penyakit ruhani ternyata lebih berbahaya daripada penyakit jasmani. Sebab tidak terlihat secara fisik, namun penderitanya akan membawa penyakit ini sampai ke akhirat. Bagaimana menyembuhkan penyakit ruhani? Simak laporan berikut dari Fordiba yang membahas penyakit ini.
Pada Ahad, 25 April yang lalu, Surau Baitul Amin kembali mengadakan kegiatan Fordiba, kependekan dari Forum Diskusi Baitul Amin. Fordiba di setiap kegiatannya mengusung berbagai tema untuk diskusi, dan tema diskusi untuk Fordiba yang lalu adalah ‘Membersihkan Penyakit Ruhani Menuju Akhlakul Kharimah’. Hadir sebagai pembicara tunggal pada kesempatan kali ini adalah Abang Prof. Budi Santoso. Sementara Abang Denny Syahbani berlaku sebagai moderator.
Memperhatikan tema yang diambil kali ini adalah penting, sebab apabila kita ingin merubah diri menjadi akhlakul kharimah seperti Baginda Rasullulah SAW, maka terlebih dahulu kita harus membersihkan diri dari penyakit-penyakit ruhani yang akan menghambat perjalanan hijrah kita. Abang Budi menerangkan ada dua macam penyakit. Yaitu penyakit jasmani dan penyakit ruhani. “90% penyakit jasmani berawal dari colon, atau usus besar yang selalu menyimpan sisa makanan yang tidak terbuang. Sisa makanan tersebut menjadi toxin, menempel di dinding usus, menjalar serta melumpuhkan ketiga fungsi toksifikasi” ujarnya pagi itu dalam membuka diskusi. Mengobati penyakit jasmani tentunya dengan berobat ke dokter, oleh sebab itu ilmuwan terus bekerja untuk mencari pengobatan yang terbaik dan juga demi kemakmuran umat manusia. Orang yang mengidap penyakit jasmani dapat terlihat secara kasat mata dari fisiknya.
Kemudian ada penyakit ruhani, penyakit yang di derita tidak secara fisik dan tidak nampak dari luar. Bahkan menurut Bang Budi, bisa saja si pengidap penyakit ruhani tidak sadar kalau ruhaninya tidak sehat. Penyakit ruhani terdiri dari hati, nafsu dan ruh. Lalu bagaimana mengobati penyakit ruhani? ”Penyakit ruhani hanya dapat disembuhkan oleh seorang Guru ruhani” terang Bang Budi. Beberapa contoh dari penyakit ruhani yang diterangkan oleh Bang Budi adalah penyakit nafsu yang materinya perut, farji dan dunia yang menjurus akhlak binatang, lawannya adalah akhlak ruhani. Kemudian ada penyakit hati materinya adalah prestise dan prestasi yang menjurus kepada akhlak setan lawannya adalah akhlak mukmin. Terakhir ada penyakit ruh materinya adalah surga, karomah, khasaf dan lain-lain yang menjurus pada akhlak iblis lawannya adalah akhlakul karimah yang khalis mukhlisin.
Bagaimana menyembuhkan diri kita dari penyakit-penyakit ruhani ini? Pertama yang harus dilakukan adalah mau mengakui dan ada keinginan kuat untuk menyembuhkan diri dari penyakit ruhani. Senang hidup bermewah-mewahan, iri hati, dengki juga bagian dari penyakit ruhani yang perlu dibuang jauh-jauh. Carilah seorang guru ruhani, agar kita mendapatkan hidayah ruhani. Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, perbanyak bangun tengah malah untuk berdzikir dan sholat malam.
”Penyakit jasmani akan berdampak paling buruk pada kematian, sementara penyakit ruhani apabila tidak kita sembuhkan, akan kita bawa sampai mati dan sampai ke akhirat” tambah Bang Budi.
Semasa hidupnya, apabila seseorang mengidap penyakit ruhani, maka tingkah lakunya akan buruk. Namun bila ia bersih dari penyakit ruhani tingkah lakunya sehari-haripun akan menjadi baik juga.
Di akhir diskusi, Bang Budi mengajak kita untuk bersama-sama membersihkan diri dari penyakit ruhani, melihat dan mencontoh Rasullulah SAW sebagai panutan bagaimana kita berlaku sehari – hari. Dengan memiliki ruhani yang bersih, semoga kita dapat menjadi pribadi akhlakul kharimah yang unggul dunia dan akhirat. Amin ya rabbal alamin.